Premier League Diminta Agar Gagalkan Usaha Pangeran Arab Beli Newcastle.

Mohammed bin Salman, Pangeran Arab Saudi, satu langkah lagi akan mempunyai Newcastle United. Premier League Diminta agar gagalkan usaha pangeran Arab tersebut membeli Newcastle. Apa alasannya ?

Newcastle akan segera ditebuskan Pangeran Salman dengan biaya 300 juta poundsterling atau sekitar 5,7 triliun rupiah melalui Dana Investasi Publik (PIF) yang dimilikinya. Pangeran Arab, sebagai Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi itu dikabarkan akan menguasai 80 persen saham The Magpies.

Pangeran Salman mendapatkan reaksi beragam dari berbagai pihak karena kabar pembelian Newcastle. Tidak sedikit yang mengatakan hal itu dengan negatif, karena mengingat banyaknya dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang dilakukan Arab Saudi.

Organisasi pembela HAM, Amnesty International, sudah mengirimkan surat kepada Kepala Eksekutif Premier League, Richard Masters, lewat direktur Amnesty Internasional Inggris, Kate Allen. Pada kesempatan tersebut, Kate memperingatkan jika citra Liga Inggris bisa berdampak akibat dugaan pelanggaran HAM di Arab Saudi.

Tidak lama setelah Amnesty International mengatakan keprihatinannya, kritikan kembali menyasar ke Pangeran Salman. Tunangan Jamal Khashoggi, Hatice Cengiz, yang sekarang ini memperingatkan Premier League yang bersangkutan dengan pembelian Newcastle tersebut.

Khashoggi, adalah jurnalis Arab Saudi yang dibunuh di Turki pada tahun 2018 yang lalu. Pangeran Salman diduga terlibat dalam pembunuhan wartawan yang sering melakukan kritik atas pemerintah kerajaan tersebut.

Menurut dari Cengiz, Pangeran Salman menggunakan olahraga Internasional untuk memperbaiki reputasinya yang hancur selepas kasus pembunuhan Khashoggi. Dirinya pun meminta Premier League untuk membatalkan pembelian Newcastle oleh Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Tersebut.

“Kewenangan Inggris serta Premier League semestinya tidak meluluskan seorang seperti Bin Salman, yang belum hadapi pertanggungjawaban atas pembunuhan tunangan saya, untuk terjebak dalam olahraga di Inggris. Itu akan menodai rekam jejak Premier League serta Inggris, ” kata Cengiz, diambil dari The Sun.

“PBB serta CIA mengaitkan bila Bin Salman yang memerintah pembunuhan pada Jamal. Saya benar-benar menekan pemerintah Inggris serta Premier League untuk terlibat serta hentikan pembelian Newcastle United, ” Cengiz mengutarakan.